Senin, 14 Desember 2015

Karena Kemalasan Berbuah Penyesalan

Manusia mana yang tak pernah merasa malas?
Manusia mana yang tak tahu bahwa malas itu tak merugikan?

Semua manusia faham, malas berbuah negatif apapun bentuk hasilnya.
Hanya saja menginjak semester7 ini rasa malas ini memuncak sampai titik yang tak sanggup lagi kuhalau dan kutahan.
Padahal aku pun sadar akan janji Allah dalam Surat Ar-Ra'd : 11.
Cuplikannya bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu berusaha untuk mengubahnya sendiri.
Bahwa niatan awal aku kuliah adalah sebagai bentuk usaha memperbaiki nasib untuk masa depan, memantaskan diri sebagai insan yang siap menjadi insan yg bisa lebih bermanfaat bagi sesama "Khoirun Nas Anfauhun Linnas".
Selain sebagai proses Tholabul ilmi yg diwajibkan olehMu atas kami.

Nikmat waktu, sehat dan rizqi justru membuatku lalai.
Lupa dengan tujuan awal yang mulia dan tulus.
Dulu, badaipun kuhadapi.
Hujanpun kuhadang.
Banjirpun kuseberangi.

Tapi kini beginilah aku jadinya, bahkan memalukan untuk dijadikan oleh2 dari cerita masakini untuk masa esok.

"Susahnya Bersyukur dalam Istiqomah"

Setidaknya semangat mencari ilmu bagiku adalah sebagian kecil dari wujud syukur atas semua yang Allah limpahkan kepadaku.
Akhirnya malam ini, bersama dengan menulis teks yang sedikit semrawud bersamanya terdapat semangat baru untuk khittoh, kembali menengok dan menggunakan semangat lama sebagai tameng pergerakan perjalanan Cileungsi - Bekasi.
Setidaknya berutinitas untuk menyambung silaturahmi sama sahabat seperjuangan.
Karena malas yang sedari awal sekian waktu lalu sudah saya rasakan sesalnya kini, ketinggalan tugas, juga bekal materi UAS.
Walau terbesit cita-citaku bukan terfokus pada status akademik, melainkan skill nyata di bidang yang sedang digeluti pada mata kuliahnya, menjadi enterpreneur sejati adalah tujuanku, bukan menjadi seperti apa yg kebanyakan teman2 di kampus dibayangkan, mungin sebagian besar mahasiswa juga sama dengan teman2 lain di kelas ini, yaitu menjadi orang kantoran dengan jabatan yang bergengsi.
Hahaaa, tapi pastinya itu bukan aku.
 
Berusaha merangkai lagi kisah cerita di bangku kuliah, minimal 5 tahun kedepan masih ada rangkaian cerita masa lalu yang harusnya akan indah diceritakan esok hari.
Mungkin esok kita pasti sudah beda cerita beda lingkungan beda sikap dan sifat mungkin.

yang katanya "Sahabat Seperjuangan" di kelas

Intinya lanjutkan semangat ngampus..!!!
Tuntaskan KKP dan selesaikan Skripsi sebaik dan secepat kumampu.

Kemudian, nikmati hari esok tanpa penyesalan karena kemalasan hari ini.








"Semangat Istiqomah dalam Syukur"

Kamis, 06 November 2014

Memilih Istri Menurut Islam

Berikut pemaparan tentang kriteria seorang pria muslim dalam memilih calon istrinya menurut ajaran Rasulullah saw,

Sabda Rasulullah saw :
"Seorang wanita biasanya dinikahi karena 4 hal, yaitu karena hartanya, karena  nasabya (keturunannya), karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka utamakan memilih istri (wanita) karena agamanya. Kamu akan merugi (bila tidak memilih karena agamanya)."
(HR. Bukhori, Muslim dan Abu Dawud)

Setiap orang yang berkeluarga pasti menginginkan kehidupan yang bahagia. Maka sebagai umat islam, kita harus memakai cara pandang dan petunjuk Allah dan Rasululluah saw dalam membangun mahligai rumah tangga tersebut.
Bagi laki-laki agar rumah tangganya bahagia, yang harus dilakukan dengan cermat adalah saat mencari pasangan hidupnya (istri). Bila ia berhasil mendapatkan wanita shalihah sejati, Insya Allah keluarganya akan bahagia.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan laki-laki bila hendak memilih istri, antara lain :

1. Utamakan yang Baik Kualitas Agamanya
Faktor pertama ini adalah faktor yang paling dominan dan menentukan, karena islam merupakan agama fitrah dan moral yang mulia, maka suatu pernikahan harus berasaskan tuntunan sifat-sifat mulia, nilai-nilai luhur etika yang baik.

Rasulullah saw menilai bahwa shalihah merupakan karunia terbesar bagi laki-laki, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. :
"Empat perkara, yang apabila dianugerahkan kepada seseorang, maka berarti dia mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat yaitu hati yang pandai bersyukur, lisan yang sering berdzikir, tubuh yang bersabar atas musibah, dan istri yang tidak menganiaya suaminya (bisa menjaga diri dan harta suaminya)."
(HR. Thabrani)

Kemudian Rasulullah saw menjelaskan secara rinci dari sifat wanita shalihah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah ra. :
"Setelah taqwa kepada Allah azza wa jalla, seorang mukmin tidak mendapatkan faedah sesuatu yang lebih baik daripada mempunyai istri yang shalehah yang bila diperintah mentaatinya, bila dipandang menyenangkan, bila disumpah (yakni perjanjian awal menikah) dia menepatinya, dan bila ditinggal (pergi) menjaga diri dari harta suaminya".
(HR. Ibnu Majah)

2. Haram Menikahi Wanita Musyrik/Kafir
Menikahi orang kafir dan musyrik diharamkan dalam islam, sebagaimana terdapat dalam firman-Nya.
"Dan janganlah kamu nikahi perempuan perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada perempuan musyrik, walaupun dia menarik hatimu".
(QS. Al-Baqarah : 22)

Karena itu, kita tidak boleh menyambung tali perkawinan antara 2 hati dan 2 aqidah yang bertentangan. Sebab nilai akhir dari pernikahan bukanlah sekedar pelampiasan seksual, melainkan adanya kesamaan arah dalam mengarungi bahtera hidup. itulah rahasia islam, kenapa mengharamkan kawin dengan orang yang berbeda agama, karena tidak akan terjalin kebahagiaan rohani.

3. Utamakan Memilih yang Bukan Kerabat
Islam mengajarkan agar dalam memilih calon pendamping dicari orang yang bukan kerabat sendiri, dengan menitikberatkan kufu' (keseimbangan derajat) aga,a, moral dan nasab yang mulia. Semua itu untuk menjaga kokohnya keturunan. Sebab, pernikahan antara kerabat, dapat melumpuhkan jasmani dan otak bagi anak turunannya. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah saw :
"Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab dapat (berakibat) melahirkan anak yang lemah (akal dan fisiknya)".
(Hadits Syarif)

4. Utamakan Wanita yang Subur (Berketurunan)
Islam menganjurkan agar seseorang laki-laki (calon suami) memilih perempuan (calon istri) yang subur dan mencintai, tidak punya penyakit yang menghalangi kehamilan dan sanggup menjaga tugas sebagai seorang ibu rumah tangga yang baik.
Untuk itu tidak perlu heran, ketika seorang menghadap kepada Nabi saw seraya berkata :
"Wahai Rasulullah, aku mencintai perempuan yang puya kedudukan dan kekayaan, hanya saja dia tidak dapat melahirkan keturunan. Apakah dia harus aku nikahi? Maka Rasulullah melarangnya. Lalu datang orang kedua, menanyakan hal yang sama, Rasulullah pun melarangnya. Akhirnya datang orang yang ketiga, dan menanyakan hal yang serupa. Maka beliaupun bersabda : Menkahlah dengan perempuan yang subur (dari nasab yang banyak melahirkan anak) dan mencintai suami, karena aku akan bangga dengan banyaknya pengikut dari keturunanmu di hadapan berbagai ummat kelak".
(HR. Abu Dawud, Nasa'i dan Hakim)

5. Mengutamakan yang Masih Gadis
Islam menganjurkan dalam menentukan pilihan seorang istri, hendaklah mengutamakan perempuan-perempuan yang masih perawan dari pada janda. Lebih-lebih bagi jejaka atau mereka yang belum punya keturunan.
"Pilihlah perempuan yang masih perawan, karen paling sedap bibirnya (lidahnya baik bicara), banyak keturunannya, jarang sifat makarnya, lebih rela dengan kepuasan tabiatnya".
(hR. Ibnu Majah danBaihaqi)

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan setiap lelaki muslim ketika hendak memilih istri. Semoga istri kita adalah istri yang shalehah, sehingga rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah.
Amien...

Kamis, 13 Maret 2014

Kekuatan Doa Bisa Mengubah Takdir


DOA adalah permohonan atau permintaan. Doa senjata kaum mukmin. Doa merupakan kekuatan dan pegangan utama kaum lemah. Kekuatan doa bisa mengubah takdir, nasib, atau ketentuan Allah SWT karena Dia Mahakuasa dan Maha Berkehendak atas segala sesuatu.

"Tiada sesuatu pun yang dapat menolak takdir kecuali doa dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya" (HR.Tirmidzi dan Hakim).

"Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Al-Mu'min 60).

Kekuatan doa yang bagaimana yang bisa mengubah takdir? 

Allah SWT berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ” (QS. Albaqarah: 186).
Dalam ayat di atas disiratkan, doa yang dikabulkan Allah adalah doa orang yang "memenuhi (segala perintah-Ku)", "beriman kepada-Ku", dan "selalu berada dalam kebenaran" (tidak berbuat dosa atau melanggar larangan-Nya).

TAKDIR merupakan rahasia Allah SWT. Tak seorang pun bisa mengetahuinya. Bohong besar jika ada orang yang mengaku tahu masa depan, seperti para peramal atau paranormal itu!

“Jika sahabatku menyebut perkara takdir, maka hentikanlah mereka (membahas takdir)” (HR. Thabrabi).

Jadi, kita tidak tahu takdir apa yang ditentukan Allah buat kita, di dunia dan di akhirat. Tugas kita hanya tiga: ikhtiar (usaha), doa, dan tawakal --berserah diri kepada-Nya setelah ikhtiar dan doa.

Allah SWT bisa melakukan apa saja, tanpa halangan.

“Sesungguhnya Tuhanku berkata padaku: Wahai Muhammad! Sesungguhnya Aku kalau sudah menentukan sesuatu maka tiada seorangpun yang sanggup menolaknya”. (HR. Muslim).
Bahwa Allah SWT bisa mengubah takdir atau nasib seseorang, ditegaskan dalam Al-Quran:
“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Ar-Ra'du:39).

Wallahu a'lam bish-showabi.

Teladan Rasulullah Saw: Tafsir QS. Al-Ahzab:21


AYAT
Al-Quran yang menegaskan keteladanan Rasulullah Saw, QS Al-Ahzab:21, dipastikan banyak disampaikan oleh para penceramah, khususnya pada bulan Rabiul Awal (Mulud) yang kita kenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw (Maulid Nabi). Terjemahan ayatnya:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21).
Sayangnya, para penceramah umumnya hanya membacakan ayatnya, terjemahannya, dan menyampaikan bahwa Rasulullah Saw adalah "uswah hasanah", teladan yang baik. Jarang yang membahas ayat ini secara lebih jelas maksud dan asbabun nuzulnya. Karena itu, mari kita simak paparan sejumlah mufasir tentang QS. Al-Ahzab:21 ini.

Ayat ini turun semasa Perang Ahzab atau Perang Khandaq. Perang Ahzab (غزوةالاحزاب) atau Perang Khandaq (غزوةالخندق), menurut buku-buku sejarah Islam, terjadi bulan Syawal tahun 5 Hijrah/627 Masihi. Dinamakan Perang Ahzab karena dalam perang ini kaum musyrik/kafir bersekutu (ahzab) dengan kaum Yahudi untuk menyerang kaum Muslimin di Madinah.

Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, ayat ini adalah dasar yang paling utama dalam perintah meneladani Rasulullah Saw, baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keadaannya. Oleh karena itu, Allah Ta'ala menyuruh manusia untuk meneladani Rasulallah Saw dalam hal kesabaran, keteguhan, ribath (terikat dengan tugas, komitmen), dan kesungguh-sungguhannya.

Ayat ini turun semasa Perang Ahzab ketika ada anggota pasukan Islam yang yang takut, goncang, dan hilang keberaniannya pada perang Ahzab. Allah menyuruh orang demikian meneladani Nabi Saw dalam kesabaran dan keteguhan membela agama Allah.

Untuk itu, Allah Ta’ala berfirman kepada orang-orang yang tergoncang jiwanya, gelisah, gusar dan bimbang dalam perkara mereka pada hari Ahzaab, laqad kaana lakum fii rasuulillaaHi uswatun hasanatun (“Sesungguhnya telah ada pada [diri] Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”) yaitu, mengapa kalian tidak mencontoh dan mensuritauladani sifat-sifatnya? Untuk itu Allah berfirman: liman kaana yarjullaaHa wal yaumal aakhira wa dzakarallaaHa katsiiraa (“[yaitu] bagi orang-orang yang mengharap [rahmat] Allah dan [kedatangan] hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”)

Intinya, umat Islam harus meneladani Rasul termasuk dalam keadaan takut atau menghadapi ujian. Ayat di atas terkait dengan QS. Al-Baqarah:214. Ibnu ‘Abbas berkata: “Yang dimaksud adalah firman Allah dalam Surah al-Baqarah:

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.” (al-Baqarah: 214). Yaitu, inilah apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya berupa ujian dan cobaan yang membawa pertolongan yang amat dekat.”

Tafsir Jalalain:
Pada ayat ini Allah SWT memperingatkan orang-orang munafik. bahwa sebenarnya mereka dapat memperoleh teladan yang baik dari Nabi Saw. Rasulullah Saw adalah seorang yang kuat imannya, berani, sabar, tabah menghadapi segala macam cobaan, percaya dengan sepenuhnya kepada segala ketentuan-ketentuan Allah dan beliaupun mempunyai akhlak yang mulia.

Jika mereka bercita-cita ingin menjadi manusia yang baik, berbahagia hidup di dunia dan di akhirat, tentulah mereka akan mencontoh dan mengikuti Nabi. Tetapi perbuatan dan tingkah laku mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mengharapkan keridaan Allah dan segala macam bentuk kebahagiaan hakiki itu.

Tafsir Al-Azhar (HAMKA):
Dalam Perang Ahzab (Khandaq), kondisinya mencekam. Banyak kaum muslim yang merasa gentar karena besarnya kekuatan musuh.

Ummu Salmah (moga-moga ridha Allah terhadapnya), isteri Rasulullah saw. yang telah banyak pengalamannya sebagai isteri dari Rasulullah saw., yang turut menyaksikan beberapa peperangan yang dihadapi Rasulullah pernah mengatakan tentang hebatnya keadaan Kaum Muslimin ketika peperangan Khandaq itu.

Beliau berkata: "Aku telah menyaksikan di samping Rasulullah saw. beberapa pepe­rangan yang hebat dan ngeri, peperangan di Almuraisiya', Khaibar dan kami pun telah menyaksikan pertemuan dengan musuh di Hudaibiyah, dan saya pun turut ketika menaklukkan Mekkah dan peperangan di Hunain. Tidak ada pada semua peperangan yang saya turut menyaksikan itu yang lebih membuat lelah Rasulullah dan lebih membuat kami-kami jadi takut, melebihi peperangan Khandaq.

Karena kaum Muslimin benar-benar terdesak dan terkepung pada waktu itu, sedang Bani Quraizhah (Yahudi) tidak lagi dipercaya karena sudah belot, sampai Madinah dikawal sejak siang sampai waktu Subuh, sampai kami dengar takbir kaum Muslimin untuk melawan rasa takut mereka. Yang melepaskan kami dari bahaya ialah karena musuh-musuh itu telah diusir sendiri oleh Allah dari tempatnya mengepung itu dengan rasa sangat kesal dan sakit hati, karena maksud mereka tidak tercapai". Demikian riwayat Ummu Salmah.

Namun, di dalam saat-saat yang sangat mendebarkan hati itu, contoh teladan yang patut ditiru, tidak ada lain, melainkan Rasulullah Saw sendiri: "Sesungguhnya adalah bagi kamu pada Rasulullah itu teladan yang baik".


Memang ada orang yang bergoncang fikirannya, berpenyakit jiwanya, pengecut, munafiq, tidak berani bertanggung jawab, berse­dia-sedia hendak lari jadi Badwi kembali ke dusun-dusun, tenggelam dalam ketakutan melihat dari jauh betapa besar jumlah musuh yang akan menyerbu.

Tetapi masih ada lagi orang-orang yang mempunyai pendirian tetap, yang tidak putus harapan, tidak kehilangan akal. Sebab mereka melihat sikap dan tingkah laku pemimpin besar mereka sendiri, Rasulullah Saw.

Mulai saja beliau menerima berita tentang maksud musuh yang besar bilangannya itu, beliau terus bersiap mencari akal buat bertahan mati-matian, jangan sampai musuh sebanyak itu menyerbu ke dalam kota. Karena jika maksud mereka menyerbu Madinah berhasil , hancurlah Islam dalam kandangnya sendiri.

Dia dengar nasehat dari Salman Al-Farisiy agar di tempat yang musuh bisa menerobos di dalam khandaq, atau parit pertahanan. Nasehat Salman itu segera beliau laksanakan. Beliau sendiri yang memimpin menggali parit bersama ­sama dengan shahabat-shahabat yang banyak itu.

Untuk menimbulkan kegembiraan bekerja siang dan malam menggali tanah, menghancurkan batu-batu yang membelintang, beliau turut memikul tanah galian dengan bahunya yang semampai.

Ketika tiba giliran perlu memikul, beliau pun turut memikul, sehingga tanah ­tanah dan pasir telah mengalir bersama keringat beliau di atas rambut beliau yang tebal. Semuanya itu dikerjakan oleh shahabat-shahabatnya dengan gembira dan bersemangat, sebab beliau sendiri kelihatan gembira dan bersemangat.

Sehingga bekerja, bergotong-royong, menggali tanah, menyekap pasir, memukul batu sambil beryanyi gembira, dengan syair-syair gembira gubahan 'Abdullah bin Ruwahah, dengan bahar rajaz yang mudah dinyanyikan.

"Demi Allah, kalau bukan kehendak Allah, tidaklah kami dapat petunjuk;
Tidaklah kami berzakat, tidaklah kami sembahyang."
"Maka turunkanlah ketenteraman hati kepada kami,
Dan teguhkanlah kaki kami jika kami bertemu musuh. "
"Sesungguhnya mereka itu telah kejam kepada kami,
Kalau mereka mau berbuat ribut, kami tak mau. "

Syair-syair dalam timbangan bahar rajaz ini mudah dilagukan bersama-sama dengan gembira. Maka sambil mengangkat tanah, memikul batu, memecah batu besar dengan linggis, mereka nyanyikan bahar Rajaz gubahan 'Abdullah bin Ruwahah itu bersamar sama.

Rasulullah Saw pun turut mengangkat suara beliau dengan gembira , sehingga semua pun senang , lupa bagaimana beratnya pekerjaan dan bagaimana besarnya musuh yang dihadapi.

Maka janganlah kita samakan Rasulullah saw. yang memimpin penggalian parit khandaq itu dengan beliau-beliau orang-orang besar di zaman kini ketika meletakkan batu pertama hendak mendirikan gedung baru, atau menggunting pita ketika sebuah kantor akan dibuka, atau sembahyang ke masjid dengan upacara.

Beliau Rasulullah Saw betul-betul memimpin. Al-Barra' bin Al-'Azib berkata: "Tanah yang beliau angkat pun jatuh ke atas perut beliau dan lekat pada bulu dada dan perut. Karena bulu dada beliau tebal".

Setelah dikaji peperangan Khandaq ini secara ilmiyah, sebagai yang dilakukan oteh Jenderal Pensiun 'Abdullah Syist Khaththaab di Iraq, memang amat besar bahaya yang mengancam dalam Perang Khandaq itu.

Hari di musim dingin, persediaan makanan di Madinah berkurang-kurang. Kalau terbayang saja agak sedikit rasa kecemasan di wajah beliau, pastilah semangat para pejuang akan meluntur. Namun beliau bersikap seakan-akan bahaya itu kecil saja dan dapat diatasi dengan kegembiraan dan kesungguhan bekerja.

Disiplin keras tetapi penuh kasih sayang, meneladan shifat Allah 'Aziz yang disertai Hakiim. Perkasa disertai Bijaksana.

Dalam peperangan Khandaq itu semua bekerja keras siang malam. Mulanya bekerja menggali parit, sesudah itu berjaga siang dan malam. Besar dan kecil, tua dan muda. Kanak-kanak dan perempuan perempuan dipelihara dalam benteng (Athaam) dan dikawal.

Zaid bin Tsabit, yang kemudian terkenal sebagai salah seorang yang dititahkan oleh Khalifah Rasulillah Abubakar Shiddiq mengumpulkan Al-Qur'an dalam satu mush-haf dan masih sangat muda, turut pula bekerja keras, menggali tanah, memikul pasir, dan memecahkan batu. Rasulullah pernah mengatakan: "Adapun dia itu sesungguhnya adalah anak baik!"

Rupanya oleh karena sangat lelah bekerja dan berjaga, dan hari sangat dingin, dia masuk ke dalam parit itu sampai di sana dia tertidur dan senjatanya terlepas dari tangannya.

Datang seorang pemuda lain bernama 'Ammarah bin Hazem, diambilnya senjata yang telah terjatuh itu dan disimpannya. Setelah dia terbangun dari tidurnya dilihatnya senjatanya tak ada lagi. Dia pucat terkejut dan cemas.

Maka tibalah Rasulullah di tempat itu. Setelah beliau lihat Zaid baru terbangun dari tidurnya, berkatalah beliau: "Hai Abaa Ruqaad! (Hai Pak Penidur), engkau tertidur dan senjatamu terbang!"

Tetapi wajah beliau tidak membayangkan marah sedikit juga, sehingga Zaid bertambah takut disertai malu.
Lalu beliau melihat keliling dan berkata pula: "Siapa yang menolong menyimpan senjatanya?"
'Ammarah menjawab: "Saya yang menyimpannya, ya Rasul Allah!"

Lalu beliau suruh segera kembalikan senjata Zaid dan beliau bernase­hat pula kepada 'Ammarah didengar oleh yang lain: "Saya dibuat seorang Muslim jadi cemas dengan menyembunyikan senjatanya sebagai senda gurau".

Suasana memimpin yang seperti itu adalah teladan yang baik kepada Panglima Perang yang menyerahkan tentaranya ke medan pertempuran. Beliau tahu benar bahwa Zaid itu anak baik. Tertidur karena sudah sangat lelah, bukanlah hal yang dapat dilawannya. Sambil bergurau saja beliau menegur, namun kesannya kepada Zaid besar sekali .

Kelihatan lagi sikap beliau yang patut dicontoh. Yaitu seketika Huzaifah telah selesai dari tugas berat dalam malam kelam picik dan sangat dingin diperintah menyelidiki keadaan musuh, sampai Huzaifah telah dekat kepada Abu Sufyan sendiri, sebagai yang telah diterangkan terlebih dahulu.

Huzaifah pulang dari tugas berat itu dalam keadaan malam sangat dingin dan angin sangat keras. Huzaifah menceriterakan bahwa seketika Huzaifah datang didapatinya beliau saw. tengah sembahyang.
Untuk menangkis dingin yang sangat itu, Rasulullah sembahyang berselimut dengan selimut tebal salah seorang isteri beliau.

Huzaifah datang beliau tahu. Tetapi oleh karena sembahyang beliau masih panjang dan belum selesai, ditariknya Huzaifah ke dekatnya, lalu dise­limutkannya kepada Huzaifah ujung selimut yang beliau pakai sembahyang itu, sehingga Huzaifah terpelihara dari pukulan angin dan dingin.

Sembahyang beliau teruskan, dan di belakang beliau, Huzaifah mengekor menutupi dan memanaskan badannya dengan ujung selimut yang dipakai Nabi sedang sembahyang itu. Setelah selesai barulah dia menoleh kepada Huzaifah meminta berita. Setelah mendengar berita Huzaifah, maka disampaikannyalah khabar gembira kepada Huzaifah bahwa tentara yang menyerbu itu dengan persekutuannya akan gagal.

Dan besoknya setelah matahari naik, mereka melihat ke sebelah timur, jelaslah bahwa tentara besar itu telah pergi dan yang tinggal hanya bekas-bekas dari tentara yang gagal

Maka bersyukurlah Rasulullah saw. kepada Tuhan lalu membaca:
"Tidak ada tuhan, melainkan Allah, yang berdiri sendiri-Nya. Benar janji-Nya, Dia tolong hamba-Nya, Dia muliakan tentara­Nya, dan Dia kalahkan sekutu-sekutu dengan sendiri-Nya. Make tidaklah ada sesuatu jua sesudah-Nya. "

Keteguhan sikap RasuIuIIah saw. itu pun adalah salah satu sebab yang utama maka kemenangan bisa dicapai.

Lanjutan ayat ialah: "Bagi barang siapa yang mengharapkan Allah dan hari Kemudian".

Yaitu sesudah di pangkaI ayat dikatakan bahwa pada diri Rasulullah itu sendiri ada hal yang akan dapat dijadikan contoh teladan bagi kamu. Yaitu bagi kamu yang beriman. Semata ­mata menyebut iman saja tidaklah cukup.

Iman mesti disertai pengharapan, yaitu bahwa inti dari iman itu sendiri. Inti Iman ialah harapan. Harapan akan Ridha Allah dan harapan akan kebahagiaan di hari akhirat.

Kalau tidak ingat akan yang dua itu, atau kalau hidup tidak mempunyai harapan, Iman tidak ada artinya. Maka untuk mernelihara Iman dan Harapan hendaklah banyak mengingat Allah. Sebab itu maka di ujung ayat dikatakan: "Dan yang banyak ingat kepada Allah".

Ini diperingatkan di akhir ayat. Sebab barang yang mudah mengatakan mengikut teladan Rasul dan barang yang mudah mengata­kan beriman. Tetapi adalah meminta latihan bathin yang dalam sekali untuk dapat menjalankannya.

Seumpama orang yang mengambil alasan menuruti Sunnah Rasul yang membolehkan orang beristeri lebih dari satu sampai berempat, tetapi jarang orang yang mengikuti ujung ayat, yaitu meneladan Rasul di dalam berlaku adil kepada isteri­ isteri. Atau umumnya orang yang mengakui ummat Muhammad tetapi tidak mau mengerjakan peraturan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.

Maka bertambah besar harapan kita kepada Allah swt dan keyakinan kita akan Hari Kemudian dan bertambah banyak kita mengingat dan menyebut Allah bertambah ringanlah bagi kita meneladan Rasul Saw. Wallahu a'lam. (dari berbagai sumber).*

10 Teladan Rasulullah Melayani Istrinya



Nabi Muhammad SAW adalah manusia teladan untuk semuruh umat manusia.
Karena Beliaulah hubungan suami istri menjadi semakin serasi dan bahagia.
Baginda Rasul SAW memberikan teladan buat kita-kita yang sudah menikah kawan.

10 Teladan Rasulullah SAW kepada Istrinya.

1. Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda teramat lapar waktu itu..
Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Siti ‘Aisyah belum ke pasar.

Maka Nabi bertanya, "Belum ada sarapan ya Humairah?" (Humairah adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti "Wahai yang kemerah-merahan")
Aisyah menjawab dengan agak serba salah,"Belum ada apa-apa wahai Rasulullah."
Rasulullah lantas berkata,"Jika begitu aku puasa saja hari ini."
Tanpa sedikit tergambar rasa kesal di raut wajah baginda.

2. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang.

3. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.
Siti ‘Aisyah menceritakan,"Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga."

4. Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.
Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

5. Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami sedang memukul isterinya.Rasul ullah menegur,‘Mengap a engkau memukul isterimu?’ Lantas dijawab dengan agak gementar, "Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap begitu juga,jadi aku pukul lah dia."‘Aku tidak menanyakan alasanmu,’
sahut Rasulullah SAW,"Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?"

6. Pernah baginda bersabda,"Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih dan lemah lembut terhadap isterinya."
Prihatin,sabar dan rendah hati baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menurunkan kedudukannya sebagai pemimpin umat.

7. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH SWT dan rasa kehambaan yang sudah melekat dalam diri Rasulullah SAW menolak sama sekali rasa kesombongan.

8. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan ramai maupun dalam kesendiriannya.

9. Pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, Baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-mene rus beribadah hinggakan pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak .

10. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi.Bila ditanya oleh Siti‘Aisyah,
"Ya Rasulullah, bukankah engaku telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?"
Jawab baginda dengan lunak, "Ya ‘Aisyah,apakah aku tak boleh menjadi hamba-Nya yang bersyukur.."

Donwnload Qur'an di Ms Word

Satu lagi koleksi yang patut dimiliki oleh seorang muslim adalah Quran in word 1.3 terbaru ditahun 2013 yang bisa anda miliki dan download secara gratis melalui Yusuf Blog ini.
Alquran in word adalah sebuah add ins microsoft word yang berguna untuk menampilkan ayat Alquran kedalam lembar kerja microsoft word tanpa menuliskan ayat-ayat alquran yang kita butuhkan, Sehingga hal itu akan sangat memudahkan kita dalam bekerja.
Terkadang saat kita sedang menulis sebuah artikel atau naskah dan hendak menyisipkan ayat alquran untuk memperkuat isi artikel kita maka dengan menggunakan aplikasi tambahan alquran in word  ini akan sangat memudahkan kita dalam memasukkan ayat-ayat alquran yang kita butuhkan kedalah artikel yang sedang kita buat, bahkan didalamnya disertai terjemahan dalam bahasa indonesia


Aplikasi alquran in word versi 1.3 ini sangat mudah dalam penginstalan dan penggunaannya tidak diperlukan keahlian khusus untuk bisa menggunakan aplikasi ini, setelah anda install anda bisa langsung menggunakannya dan dengan segera anda akan tahu manfaatnya dan add ins ini kompatible dengan semua versi microsoft word.

Bagi sahabat Yusuf Blog sekalian yang penasaran dan hendak download

add ins Alquran in word versi 1.3 terbaru 2013 ini silahkan download melalui link yang telah saya sediakan dibawah ini.

Download Qur'an in Word


Rabu, 12 Maret 2014

Download Font Jawa

Sebagai anak bangsa selayaknya kita harus turut merasa bertanggung jawab melestarikan budaya  bangsa sendiri. Salah satunya adalah budaya dari daerah jawa yaitu aksara jawa. 
Bagi yang berminat untuk bisa mengetik dengan font hanacaraka di semua media ketik seperti Microsoft Word (bisa digunakan di semua aplikasi yang menggunakan teks), juga bagi yang tetap cinta dengan warisan nenek moyang, bagi yang ingin belajar aksara jawa.
Berikut ini penulis berikan link untuk unduh Font "Hanacaraka" lengkap dengan tutorialnya (Dulu diunduh dari link tetangga; sekarang link asal sudah lupa), heheheee...
Yasudah, silakan unduh saja di sini :



Sebagai contoh, saya coba berikan contoh penulisan dengan font "Hanacaraka" yang dipakai pada PhotoScape (Basicnya buat edit photo).


Selamat mencoba, 
Selamat belajar,
&
Salam Budaya Indonesia...!!!